Predikat Madya dan Utama

 

Dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Sinjai yakni Puskesmas Lappadata dan Puskesmas Samataring lolos akreditasi. Puskesmas Lappadata dinyatakan terakreditasi Utama. Sedangkan Puskesmas samataring terakreditasi Madya.

Dalam penilaian akreditasi puskesmas ada beberapa kategori yang dapat diraih oleh puskesmas yakni Dasar, Madya, Utama dan predikat tertinggi adalah Paripurna.

Akreditasi puskesmas adalah proses penilaian eksternal oleh Komisi Akreditasi terhadap puskesmas untuk menilai apakah sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tujuan umum akreditasi puskesmas adalah meningkatkan mutu layanan puskesmas. Adapun tujuan khususnya adalah memacu puskesmas untuk memenuhi standar.

“Kami bersyukur dua puskesmas itu akhirnya bisa lolos akreditasi dan semoga apa yang diraih kedua puskesmas tersebut tidak menjadikan kita bangga namun menjadikan kita lebih giat lagi dan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat.” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa.

Penilaian Akreditasi Puskesmas

Bukan hanya puskesmas samaenre yang menjalani penilaian ini, penilaian akreditasi ini juga berlangsung di puskesmas panaikang.
Kedua puskesmas ini menyatakan bahwa mereka siap menjalani penilaian ini. Hal ini di utarakan oleh kepala puskesmas samaenre dr. A. Wahyu Adeliah Dachlan bahwa meskipun kami mersa masih banyak kekurangan namun tdk mengurungkan niat kami untuk melaksanakan akreditasi.

Dalam kesempatan ini tim surveyor puskesmas samaenre yang terdiri dari 3 orang yakni drg. Nurnaini Irias Tuti, M.Kes, dr. Lita Tarumasely dan dr. Bagus sukaswara W berkesempatan memperkenalkan diri dan menyatakan maksud dan tujuannya datang menilai di puskesmas ini

Dalam paparannya yang diwakili oleh dr. Lita Tarumasely sebagai ketua tim tujuannya datang ke Puskesmas Samaenre untuk menilai kesesuaian penyelenggaraan Administrasi Manajemen (Admen), penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan juga Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) di Puskesmas dengan persyaratan yang ada pada standar akreditasi, menilai sejauh mana Puskesmas mampu menyelenggarakan pelayanan yang sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan yang berlaku untuk pelayanan Puskesmas, dan juga menilai upaya perbaikan berkesinambungan yang dilakukan oleh Puskesmas dalam penyelenggaraan pelayanan

Dalam kesempatan ini pula Kepala Dinas Kesehatan dr. A. Suryanto Asapa mengutarakan harapannya bahwa penilaan ini tidak cukup kalau hanya lulus namun bagai mana kedepannya kita memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bermutu dan berkualitas.

Tenaga Kesehatan Teladan

Dua Tenaga Kesehatan Kabupaten Sinjai yaitu dr.A. Muh. Akram Kastiran yang bertugas di Puskesmas Kampala Kecamatan Sinjai Timur dan Maemanah Noer, SKM yang bertugas di Puskesmas Samaenre Kecamatan Sinjai Selatan mendapatkan Predikat sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Sulawesi Selatan. Prestasi ini diraih melalui beberapa tahap seleksi dan penilaian yang sangat ketat yang di ikuti oleh  beberapa Tenaga Kesehatan Sulawesi Selatan, Sehingga Hal ini adalah Salah satu Prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sinjai Khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.

Kepala Dinas Kesehatan sinjai Kabupaten Sinjai mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga dengan prestasi yang dicapai ini, sebab untuk mencapai keberhasilan tersebut tidak mudah diraih bagi setiap Tenaga Kesehatan.

Sementara itu ditempat terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan Sinjai, Irwan Suaib, membenarkan hal tersebut bahwa surat resmi pengumuman dan telah meneriman surat resmi pengumuman dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulsel.

“Kami harap kedepan sumber daya manusia khususnya di Dinkes setiap prestasi tidak hanya diraih oleh satu atau dua profesi saja, namun semua profesi kami harapkan untuk itu

Kedua Tenaga Kesehatan (nakes) Teladan tersebut diundang ke Jakarta untuk menerima piagam penghargaan sekaligus mengahadiri upacara dalam memperingati detik-detik proklamasi HUT kemerdekaan RI ke-72 Tahun 2017 di Istana Negara.

Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi

Penyakit jantung koroner merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan dan masih menjadi masalah baik di negara maju maupun berkembang. peyakit jantung merupakan penyabab kematian no 1 di dunia, dan merupakan penyakit pembunuh no 2 di Indonesia setelah stroke. diketahui jumlah pengidap jantung koroner di Sul-Sel  mencapai 2,9 % dari jumlah penduduk, jauh lebih tinggi dibandingkan prevelensi nasional yang hanya 1,5 % . di era sekarang lebih diutamakan promotif dan preventif, komunitas sayang jantung hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Komunitas “Kita Sayang” ini memanfaatkan media sosial untuk menjaring massa dan promosi kesehatan. komunitas ini mempunyai agenda edukasi tentang kesehatan jantung yang continue baik dilakukan secara online, sms berantai maupun penyuluhan secara langsung. Pemeriksaan kesehatan jantung para anggota komunitas yang dilakukan tiap bulan dengan bersamaan dilaksanakan  Posbindu, serta senam jantung sehat yang dilakukan tiap minggu. komunitas sayang jantung merupakan inovasi yang sangat sederhana, solusi yang efektif dan efisien diharapkan menjadi agent of change dalam mewujudkan indonesia emas 2045 yang lebih sehat.

Sebelumnya telah dilakukan presentasi dan wawancara inovasi dalam rangka kompetisi tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi tahun 2017 pada tanggal 9 – 10 mei 2017. seleksi ini diikuti oleh 24 dokter umum se-Provinsi Sulawesi Selatan. dr. A Muh Kastiran dari puskesmas Kampala mempersentasekan inovasi “Kita Sayang” dan lolos ke tahap 3 besar mewakili sinjai bersaing dengan  kabupaten Sidrap dan  kabupaten Pangkep. pada tanggal 12 juni 2017 dilakukan kunjungan lapangan untuk validasi data oleh tim juri.

Harapan dari komunitas “Kita Sayang”  semoga inovasi ini dapat diaplikasikan di puskesmas lain guna menurunkan angka resiko penyakit di Sulawesi Selatan.

Launching Aparatur Pemerintah (PAMER ) Sehat

Saat ini di Indonesia terjadi pergeseran pola penyakit yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Pada tahun 1990 penyakit stroke menempati urutan ke 4 diantara pola penyakit yang berkaitan dengan perilaku, sedangkan pada tahun 2015 naik menjadi urutan pertama. Kecelakaan lalu lintas pada tahun 1990 menempati urutan ke 5 pada tahun 2015 menempati urutan ke 2. Penyakit Jantung sistemik menempati urutan ke 13 dan pada tahun 2015 naik ke urutan ke 3.
Penyakit-penyakit tersebut berkaitan dengan faktor perilaku diantaranya kebiasaan merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, kurang aktifitas fisik, stress dan konsumsi minuman alkohol.
Aparatur pemerintah selaku pelayan masyarakat dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik dimasyarakat. Karena tuntutan pelayanan tersebut sehingga terkadang lupa akan kesehatannya sendiri. Contohnya jarang mengecek kesehatannya, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, Indeks Massa Tubuh dan lain-lain. Kegiatan pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan apabila sudah sakit atau ada permintaan atau kebutuhan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Disamping itu aparatur pemerintah, karena kesibukannya sehingga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengontrol kesehatannya disarana pelayanan kesehatan. Padahal sangat penting untuk melakukan kontrol kesehatan secara berkala agar terhindar dari penyakit tidak menular .
Salah satu solusi adaptif yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan Aparatur Pemerintah yaitu melalui pemeriksaan kesehatan yang pelayanannya langsung diberikan ditempat kerja (mendekatkan pelayanan), sehingga alasan kesibukan maupun tidak adanya waktu untuk kesarana pelayanan kesehatan dapat diatasi. Disamping itu staf dari masing-masing organisasi pemerintah dilibatkan langsung dalam kegiatan pemeriksaan tersebut, dan sebelumnya mereka telah diberi pembekalan keterampilan.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka pada hari ini Jumat tanggal 9 Juni 2017 diadakan Launching Aparatur Pemerintah Sehat (PAMER SEHAT) sebagai solusi adaptif dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan Aparatur Pemerintah di Kabupaten Sinjai.

Verifikasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kemenpan-RB

Tim Verifikasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kemenpan-RB Republik Indonesia, Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM.,  beserta Fika Zaviera Remalia dari Jakarta menyambangi  Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, untuk melakukan penilaian dalam rangka 40 besar kompetensi inovasi pelayanan publik.Selasa (6/6).

Sebelumnya telah dilakukan presentasi dan wawancara inovasi Top 99 dalam rangka kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2017 di hadapan Tim Panel Independen di Kementerian PAN RB pada tanggal 5 Mei 2017. Hari ini, Selasa (6/6) dilakukan proses penilaian  terhadap Top 99 menuju Top 40. Top 99 ini terdiri dari 20 kementerian, 3 lembaga, 21 provinsi, 34 kabupaten, 15 kota, 2 BUMN, dan 4 BUMD. Pada kompetisi yang diadakan tahun ini, tercatat 3.054 inovasi pelayanan publik yang terdaftar melalui aplikasi Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).

Rumah tunggu kelahiran bahari ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi yang baru lahir sehingga terjadi peningkatan jumlah persalinan di fasyankes serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi yang baru lahir di kabupaten sinjai khususnya di pulau sembilan. Rumah Tunggu Kelahiran ini sudah di replikasi di dua kecamatan. yaitu Rumah tunggu kelahiran puskemas di kecamatan Sinjai tengah dan Kecamatan Bulupoddo.

Dalam kegiatan ini dihadiri  antara lain Wakil Bupati Sinjai, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Kesehatan,  Kabag Organisasi dan Tata laksana, Camat Sinjai Utara, Camat dan Kepala Puskesmas Pulau  Sembilan, Lurah Lappa,  Kades Buhung Pitue, Kades Persatuan,  Kades Padaelo,  Kades Pulau Harapan, pemilik Rumah Tunggu Kelahiran Arsyad, dan Kader RTK.

Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Bahari masuk Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2017

Sinjai secara geografis terdiri atas dataran rendah di kecamatan Sinjai Utara, Tellu Limpoe dan Sinjai Timur. Selanjutnya daerah dataran tinggi dimulai dari Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Selatan dan Sinjai Borong. Sedangkan kecamatan terunik adalah kecamatan Pulau Sembilan berupa hamparan 9 pulau yang berderet sampai mendekati Pulau Buton. Jarak ke Pulau Sembilan dari Pelabuhan Lappa di Kota Sinjai sekitar 9 Mil yang dapat ditempuh menggunakan perahu motor selama 1 jam atau speedboat dengan waktu lebih singkat yaitu 20 menit. Pulau Sembilan merupakan nama untuk kawasan yang terdiri dari 9 Pulau yang berada di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Indonesia. Setiap pulau di kawasan ini sebenarnya memiliki nama masing-masing yaitu: Pulau Burungloe, Pulau Liang liang, Pulau Kambuno, Pulau Kodingare, Pulau Batanglampe, Pulau Katingdoang, Pulau Kanalo 1, Pulau Kanalo 2 dan Pulau Larearea dan adapun ibu kota kecamatan pulau 9 ini terletak di pulau kambuno atau pulau harapan dimana kegiatan pemerintahan berpusat di sana termasuk kegiatan pelayanan kesehatan. Di pulau kambuno ini terdapat sebuah puskesmas sebagai pusat kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pulau 9.
Proses kegiatan pelayanan kesehatan ini tergolong rumit melihat kondisi geografis tempat ini terdiri dari beberapa pulau. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat pemerintah kabupaten sinjai dalam hal ini Dinas Kesehatan kab. Sinjai yang terus memberikan perhatian dan pembenahan dalam bidang kesehatan. Berbagai bentuk peningkatan dilakukan termasuk peningkatan fasilitas kesehatan.
Akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan di sebagian wilayah di indonesia khususnya di daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan. Hal tersebut di antara lain disebabkan keterbatasan infrastruktur dan transportasi kondisi geofrafis dan cuaca yang sulit. Kondisi seperti inipun di rasakan oleh masyarakat pulau sembilan di kabupaten sinjai. Keterbatasan sumber daya seperti listrik yang masih belum maksimal masih di rasakan masyarakat sampai sekarang. Listrik yang hanya berfungsi pada malam hari saja membuat pelayanan kesehatan menjadi tidak maksimal. Proses pelayanan administrasi kesehatan dilaksanakan pada malam hari dikarenakan kondisi sumber daya listrik hanya berfungsi pada malam hari.
Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah kab sinjai dalam hal ini dinas kesehatan yaitu perhatian terhadap ibu hamil dan proses persalinannya. Ibu hamil serta proses persalinannya memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi belum lagi masalah komplikasi atau adanya faktor yang menyulitkan yang dapat menyebabkan resiko terjadinya kematian ibu dan anak.
Angka kematian ibu dan anak merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan karena kematian ibu dan anak mengakibatkan negara negara kehilangan sejumlah tenaga produktif. WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu meninggal pertahun saat hamil, proses persalinan dan aborsi tidak aman akibat kehamilan yang tidak aman.
Melihat risiko serta kondisi yang terjadi di pulau sembilan maka pemerintah kabupaten sinjai dalam hal ini dinas kesehatan membuat sebuah inovasi dimana inovasi ini merupakan salah satu kebijakan dari kementrian kesehatan yaitu dengan membangun konsep rumah tunggu kelahiran Bahari (RTK Bahari) yang disediakan untuk ibu bersalin terutama ibu hamil dengan risiko tinggi.
Rumah tunggu kelahiran Bahari (RTK Bahari) adalah salah satu tempat atau ruangan yang berada dekat fasyankes yang lebih memadai baik dari segi pelayanan begitupun dari segi fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien ibu hamil dan pendampingnya (suami, kader, atau keluarga pasien) selama beberapa hari sebelum saat persalinan tiba dan beberapa hari setelah persalinan. Sasaran rumah tunggu kelahiran bahari diutamakan bagi ibu hamil yang berasal dari kecamatan pulau sembilan yang memiliki faktor risiko atau risiko tinggi. Rumah tunggu kelahiran bahari ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi yang baru lahir sehingga terjadi peningkatan jumlah persalinan di fasyankes serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi yang baru lahir di kabupaten sinjai khususnya di pulau sembilan.
Inovasi yang di kembangakan dinas kesehatan kab sinjai ini berhasil lolos dan berhak untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Pablik 2017 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Rumah Tunggu Kelahiran Bahari (RTK Bahari) ini masuk Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Berdasarkan hasil penilaian tim panel independen dari 3054 proposal yang masuk hanya 1373 yang memenuhi syarat administrasi. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan membutuhkan dukungan yang besar dari pemerintah daerah setempat agar inovasi yang sedang di kembangkan ini bisa lebih maksimal dan bisa lolos ketahap seleksi berikutnya.

Pameran Pembangunan dalam Rangka hari jadi Sinjai ke 453

Dalam Rangka Menyambut Hari jadi Sinjai ke 453, Pemerintah Kabupaten Sinjai Mengadakan Pameran Pembangunan Yang dilaksanakan dilapangan Sinjai Bersatu. Semua Instansi OPD Se Kab.Sinjai Turut serta dalam Pemeran Pembangunan  Termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.

Dalam Pameran Pembanguna Tersebut ,Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menyajikan data-data tiap program mulai tahun 2014-2016  serta melakukan pelayanan gratis yaitu pelayanan Telemedicine dan Posbindu PTM Dengan syarat membawa KTP bagi yang ingin melakukan pemeriksaan.

Launching Telemedicine di Puskesmas Kampala Lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai

Telemedicine adalan program dari Kementrian Kesehatan RI yang dikerjasamakan dengan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar sebagai pengampuh wilayah Sulawesi selatan. Program tersebut tujuannya adalah mendekatkan palayanan spesialistik kepada Masyarakat dengan menggunakan pemeriksaan seperti Tele USG,Tele EKG dan Tele Konsul yang kemudian hasilnya dikirim ke Pengampuh yaitu RSWS makassar kemudian di diagnosa oleh dokter spesialis yang berada di makassar. Hasilnya langsung dikirim kembali ke daerah

launching Telemedicine dilakasanakan di Puskesmas Kampala Lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai  pada tanggal 14 Februari 2017 setelah mendapat penunjukan puskesmas oleh Pusat melalui Petugas dokter Telemedicine dr. Akram Kastiran.

Kabupaten Sinjai Merupakan  Satu-Satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang mendapatkan Kesempatan Pertama dan kepercayaan dalam Menjalankan Program Telemedicine,hal ini di dasari oleh adanya SDM yang memadai dan alat dan prasarana serta jaringan yang sanggup menjalankan program tersebut.  Ada 5 Puskesmas dan 1 Rumah sakit  di Kabupaten Sinjai yang menjadi titik awal jalannya Program telemedicine di Kabupaten Sinjai yaitu Puskesmas Balangnipa,Puskesmas Pulau 9, Puskesmas Panaikang, Puskesmas Lappadata, Puskesmas Kampala dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai.

AKREDITASI PUSKESMAS LINGKUP DINAS KESEHATAN KABUPATEN SINJAI

Saat ini ada 4 puskesmas di kabupaten sinjai yang telah melaksanakan proses akreditasi,satu diantaranya telah memiliki sertifikat akreditasi yaitu Puskesmas Biji Nangka .Puskesmas yang telah melaksanakan proses penilaian akreditasi yaitu Puskesmas Biji Nangka, Puskesmas Kampala, Puskesmas Manimpahoi dan Puskesmas Bulupoddo. tujuan umum dari akreditasi Puskesmas adalah Meningkatkan mutu layanan Puskesmas.

Sedangkan Tujuan khusus Akreditasi Puskesmas ini adalah :

  1. Memacu puskesmas untuk memenuhi standar yang ditetapkan
  2. Menetapkan strata akreditasi puskesmas yang telah memenuhi standar yang ditentukan
  3. Memberikan jaminan kepada petugas puskesmas bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar yang ditetapkan
  4. Memberikan jaminan kepada pelanggan/masyarakat bahwa pelayanan yang diberikan oleh puskesmas telah sesuai standar
  5. Terbinanya puskesmas dalam rangka memperbaiki sistem pelayanan, mutu dan kinerja

kalau dilihat dari tujuan khusus dan tujuan umumnya memang sangat mulia sekali, bisa dikatakan ini sebagai perbaikan lini pelayanan kesehatan pertama yang berhadapan dengan masyarakat, karena saat ini Puskesmas masih menjadi tempat layanan umum yang disepelekan oleh masyarakat luas. Semoga dengan adanya akreditasi ini akan membuat kelas Puskesmas sendiri menjadi naik. Bukan karena peralatannya saja, melainkan juga pelayanan kepada masyarakat dan orientasi terhadap kepuasan pelanggannya.